Dear my Blog...
Apa kabar dalam tulisan beku yang tak beranjak dari diam?
Maaf... begitu lama mengabaikanmu.
Dinamika hidup menjerat aku menjadi manusia tekhnis
Ini memalukan, managerial buruk untuk kehidupan yang lebih baik.
Dear my Blog...
Apa kabarmu dalam kebisuan tak berteman?
Tahukah kau..??
Bulan-bulan terakhir dipenghujung tahun ini negeri kami lumpuh tercederai?
Semua hilang, kewibaan negeri hanya mimpi diatas awan
Tepat seperti ketika kita menatap rumah-rumah tak berpenyangga
Kaki goyah saat melangkah masuk untuk menghuninya
Sebab kita tau, setiap waktu ancaman kerobohan atapnya mengintai kita tanpa perasaan
Bahkan nyawa seorang anak negeri lumat hangus terbakar
Jiwanya terbang....
Untuk rintihan sebuah lagu yang kerap didendangkannya
Dalam syair-syair kobaran semangat Darah Juang
Dear my Blog...
Duka cerita kukabarkan juga kepadamu
Tentang ia... yang tubuhnya nyaris tiada luput dari siksaan tak berkemanusiaan
Ketika fitnahan itu membelenggu hari-harinya
Ia juga... pergi ketika perjuangannya belum sampai pada titik akhir kemerdekaan hidupnya
Luka mendalam...
Penyesalan...
Negeri kami...
Pemimpin kami...
Pengabaian pada hak-hak kami...
Luka kami...
Berdarah, dan terus berdarah
Hampir hilang kemanusiaan negeri kami.
Dipenghujung tahun..., yang diawal tahun dulu begitu sangat diagungkan.